Selasa, 15 November 2011

a difficult morning

Terlalu pagi rasanya untuk mengeluh...
Tapi pagi ini memang bukan pagi yang menyenangkan. Terbangun diomeli dan dengan suasana hati yang masih buruk dari semalam.
Bukan pagi yang mudah.
Kembali terduduk di hadapan sahabat yang paling setia mendengar dan menerima setiap celotehan yang mungkin sudah tidak ada lagi yang peduli. Hanya bersahabatkan laptop. Penerima celotehan terbaik sepanjang masa @_@
oh iya, pagi ini saya membuka twitter. Dan yang paling pertama menarik perhatian saya di timeline adalah tulisan dari followed KataBijakmu

"Sangat sulit dimengerti bagaimana seseorang bisa menceritakanmu begitu banyak dusta, tapi tak pernah merasa bersalah"


Iya. Mungkin itu yang mewakili celotehan penuh emosi saya semalam. Bagaimana bisa, berdusta sama sekali tidak membuatmu merasa bersalah?Bahkan dengan sangat santai mengirimi saya pesan pribadi yang menyepelekan luka yang tertinggal dan bahwa perbuatan saya berlebihan. Damn, it's true. Kenyataan bahwa manusia tidak tahu diri itu benar-benar ada.
Bagian mana dari semua kata-kata itu yang merupakan fakta?
Sangat sulit dimengerti, yah sangat sulit..
Bagaimana bisa orang yang saya kenal bertahun-tahun dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Bagaimana saya mengetahui keadaannya dalam suka dan duka bahkan begitu sulit dimengerti sanggup memperdengarkan begitu banyak kebohongan kepada saya tanpa rasa bersalah dan saat ini berjalan dengan angkuhnya tanpa rasa bersalah?
Tetapi setiap rentetan kejadian ini malah semakin membuka mata saya, bahwa kita tidak dapat semudah itu percaya pada apa yang diceritakan orang pada kita.
Tidak menjamin berapa lama anda mengenalnya, sejauh apa anda mengenalnya dan sebaik apa anda pernah ada untuk orang lain. Terkadang dalam hidup memang kita akan bertemu dengan orang yang bahkan tidak mungkin memang adalah seorang yang tidak tahu diri. -___-
Menyesal juga rasanya sudah terlambat. Bukannya memang, penyesalan itu selalu datang di belakang, selalu datang terakhir. Setidaknya sekarang saya tahu. Dia tidak sebaik yang saya kira selama ini.
Setidaknya bertemu dengan orang-orang seperti mereka menyadarkan dan membuka mata saya, bahwa tidak semua orang di dunia ini sebaik perawakannya. Kita harus pintar-pintar menilai orang. Kadang jika kita sedang dibutakan, kita bahkan rela meninggalkan orang yang lebih baik demi orang yang tidak begitu baik. Kita tidak mempedulikan betapa orang-orang terdekat kita menyayangi kita sehingga mereka tidak suka kita berdekatan dengan orang-orang tertentu yang menurut mereka tidak baik.
Dan syukurnya saat saya sadar semua itu, mereka yang menyayangi saya, sama sekali tidak meninggalkan saya. Mereka bahkan setia mendampingi saya, merekalah sejatinya sahabat yang tidak pernah meninggalkan saudaranya bahkan di saat-saat tersulit
Thanks for everything guys..
Bahagia dan berharganya memiliki kalian.
Terima kasih untuk membantu saya keluar dari sakitnya dibohongi selama 2 bulan kelam kemarin.
Satu saja tanda tanya besar yang bermain di kepala saya sekarang. Kenapa bisa?Kenapa bisa?Dan, kenapa bisa?
Hemmmm... setiap kali bertanya pasti tidak akan ada jawaban...
Terima sajalah. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini mhie... :)
Have a nice morning ^^
Semoga pagi ini kita semua bersemangat!!!!




Sulitnya Mempercayai

Kepercayaan itu barang mahal!!!
Mahal sekali, rasanya barang sedikit saja sisa orang di dunia yang bisa dipercaya...
Kenapa memang rasa percaya itu selalu disalah gunakan???
Apa selalu ada kepentingan egoisme yang menyertai setiap hubungan sosial antar manusia??
Apa selalu ada mencari keuntungan sendiri??
Kenapa mesti berbohong???
Ngekkkkkkkkkk
Hari ini saya sudah mendengar cerita yang berbeda kerangka dengan yang saya dengar dari orang lain. Kenapa selalu ada versi yang berbeda?Siapa sebetulnya yang sudah berbohong???Astagfirullah..apakah kepercayaan sekarang ini menjadi barang yang begitu mahal bahkan melampaui harga nyawa manusia?
Yang mana yang sebaiknya saya dengarkan?
Sekarang saya terdiam sendiri mencerna kaitan-kaitan peristiwa yang berentetan terjadi sejak awal masalah ini membelit kita. Saya bahkan sendiri tidak tahu kebenaran mana yang mirip fakta. Apakah mereka yang sudah lama mengenal saya dia lah yang jujur ataukah orang yang berwajah polos yang saya tahu baik budi dan kramanya yang memang sudah menceritakan fakta yang sebenarnya?
Tuhan, saya kembalikan semua padaMu..
Tunjukkan saya yang benar itu benar dan yang salah itu salah..
Apakah istilah untuk orang tidak tahu diri itu benar-benar ada?
Ataukah kemunafikan itu nyata?
Mengapa kemunafika itu bermain begitu halus?
Saya bahkan sekarang sudah tidak mengenalmu...
Masih samakah?Semakin baikkah?Atau semakin burukkah?Segala yang terjadi membuat saya ingin pindah sejauh mungkin..
Dmna lagi ada tempat tanpa kebohongan?
Tidak ada jawaban.
Tidak ada jawaban yang saya temukan malam ini, semakin sunyi malam, semakin terhanyut pada kenyataan bahwa mungkin benar hati ini telah salah menilai kenyataan.
Mungkin benar, harus saya kaui kenyataan kamu tak sebaik setiap senyum, canda, tawa dan tangis yang kita bagi bersama dulu kawan...
Saya hanya berharap mendapat kelayakan menjadi lebih baik dari setiap peristiwa yang menguras hati dan pikiranku untuk selalu sinkron..
:(

Senin, 14 November 2011

Follow juga yah...

Assalamualaikum,
Menulis lagi yah...
Hahaha...
Ternyata blog yg ini ada followersnya, padahal ini blog curhat...
hahaha
Yowesss...klo bgtu follow juga di: